Seorang Habibulloh yakni Nabi Ibrahim a.s. bercerita, ketika beliau membeli seorang budak. dan terjadilah percakapan antara keduanya ( Ibrahim dan seorang budak ) :
Ibrahim a.s. : " Siapa namamu ? "
Budak : " Terserah bagaimana tuan memanggilku "
Ibrahim a.s. : " Apa makananmu ? "
Budak : " Apa yang tuan berikan padaku. "
Ibrahim a.s. : " Apa yang engkau kenakan ? "
Budak : " Pakaian apapun yang tuan berikan "
Ibrahim a.s. : " Apa yang engkau kerjakan ? "
Budak : " Apapun yang tuan perintahkan. ''
Ibrahim a.s. : " Aapa yang engkau inginkan ? ''
Budak : " Wahai tuanku, apa hubungannya seorang hamba dengan keinginan !"
Setelah mendengar jawaban seorang budak atas pertanyan yang di lontarkannya maka seketika itu pula, hatinya ( Ibrahim a.s. ) berkata pada dirinya sendiri : " Celakalah engkau, sepanjang hidupmu,sesungguhnya engkau adalah seorang hamba Allah ". Dan Ibrahim a.s. pun menangis lalu jatuh pingsan.
Tentunya kita tahu, apa yang menyebabkan Nabi Ibrahim a.s. menangis dan jatuh pingsan. Tiada lain karena beliau merasa penghambaannya kepada Alloh tak selayaknya seorang budak kepada majikannya.
Sepatutnya kita sadar, bahwa hasrat atau keinginan, sedikitnya telah memudarkan kemurnian penghambaaan kepada Alloh. Na'udzubillah, faghfirlii.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar